Rabu, 30 Mei 2012

Aksara Jepang


     Bahasa jepang memiliki beberapa jenis huruf yaitu hiragana, katakana dan kanji. Tentu saja ke semua jenis huruf itu memiliki perbedaan dalam penggunaanya. Kalau nggak berbeda ngapain juga dikasih nama yang berbeda,berikut perbedaan fungsi dan penggunaan semua jenis huruf bahasa jepang tersebut :
  1. Huruf Hiragana dulunya digunakan oleh para wanita jepang (makanya bentuk tulisannya halus). Sedangkan penggunaanya adalah untuk :
  • kata keterangan
  • Perkataan dimana kanjinya lama tidak digunakan atau bahkan sudah tidak diketahui
  • digunakan untuk situasi yang formal. 
    Berikut adalah contoh contoh huruf hiragana dan cara pembacaannya :
    2. Huruf katakana adalah huruf yang biasanya digunakan  oleh kaum lelaki (makanya bentuknya lurus-lurus). Digunakan untuk kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang kemudian diserap menjadi bahasa jepang. Berikut adalah contoh huruf katakana dan cara pembacaan :

Di bawah ini adalah contoh lain penulisan kata menggunakan Katakana.

RADIO =
ラジオRAJIO
SHIRT =
シャツ SHATSU
MILK =
ミルク MIRUKU (L=R, vokalnya diambilkan U)
AMERIKA =
アメリカ AMERIKA (bunyi E tetap E)
SEMARANG =
スマラン SUMARAN (bunyi E* menjadi U)
RAHMAT =
ラマト RAMATO / ラーマト RAAMATO / ラフマト RAFUMATO
TRIWAHYONO =
トリワヒヨノ TORIWAHIYONO
ANDRI =
アンドリ ANDORI
GEORGE =
ジョージ JOOJI
FIKRI =
フィクリ FIKURI
    3. Huruf kanji adalah huruf yang berasal dari resapan bahasa cina yang juga memiliki 2 cara baca yaitu unyomi (cara baca yang mengikuti tata cara bahasa cina) dan kunyomi (cara baca yang mengikuti tata cara pembacaan bahasa jepang) yang memiliki banyak sekali karakter.Huruf kanji dipakai untuk melambangkan konsep atau ide.Karena memiliki banyak karakter maka saya hanya menyebutkan contoh saya.Selain itu ada juga huruf romaji yang merupakan sistem alihaksara.
 Sekian udah dulu ya kapan kapan kita bahas lagi wassalam
.

Minggu, 20 Mei 2012

Aturan Penulisan Bahasa Jepang

     Kanji dengan segala kompleksitas yang dimilikinya ternyata memiliki aturan yang ketat dalam penulisannya.  Aturan itu sebagaimana yang ada juga dalam penulisan huruf Hiragana dan Katakana disebut sebagai stroke order atau urutan goresan. Jangan pernah mencoba menulis huruf kanji tanpa aturan tersebut karena akan berakibat tulisan kanji kita tidak tepat. 
     Saya pernah mencoba menulis kanji dengan urutan yang kurang tepat langsung diprotes oleh teman Jepang saya Ikari san, padahal menurut saya kanji tersebut sudah mirip sekali aslinya he he.  Belakangan saya ketahui bahwa teknik penulisan tersebut di samping bermanfaat untuk keindahan tulisan, juga sangat berguna untuk menyederhanakan metode menghafal kanji, yang tentu saja menghemat memori di otak kita. Metode termudah dalam menghafal huruf kanji selain berimajinasi saat membaca tulisan kanji adalah dengan cara menuliskannya. emakin sering kita menuliskan huruf kanji semakin mudah untuk menghafalnya. Oleh karena itu perbanyaklah menulis huruf kanji, tentu saja dengan memperhatikan aturan penulisan sebagaimana berikut:
1. Tulislah dari kiri ke kanan, dan dari atas ke bawah

Aturan tersebut adalah aturan umum, setiap karakter kanji ditulis dari sisi kiri ke kanan, dan dari atas ke bawah. Sebagai contoh yang paling mudah adalah pada penulis kanji “ichi – satu” yang dituliskan dalam bentuk garis horisontal satu goresan : 一. untuk menuliskan huruf kanji tersebut goresan dilakukan dari  kiri ke kanan.
karakter kanji untuk “ni – dua” mempunyai dua goresan: 二. Dalam hal ini, kedua goresan tersebut juga ditulis dari kiri ke kanan, bedanya goresan yang atas ditulis pertama baru kemudian disusul goresan di bawahnya. Huruf kanji untuk “san – tiga” mempunyai tiga goresan : 三. Setiap goresan dituliskan dari kiri ke kanan, dimulai dari goresan teratas dilanjutkan dengan secara berurutan goresan di bawahnya sampai goresan ke-tiga selesai ditulis.
Aturan ini juga berlaku untuk karakter kanji yang lebih kompleks. Sebagai contoh, kanji 校 dalam penulisannya dapat dibagi menjadi dua. Kanji di bagian kiri (木) dituliskan terlebih dahulu sebelum kanji di bagian kanan (交) ditulis. Ada beberapa pengecualian untuk aturan ini, terutama terjadi untuk jenis kanji berikut 誕 dan 健 . Dalam hal ini, bagian kiri ditulis terlebih dahulu kemudian dilanjutkan bagian kanji kanan, dan diakhiri dengan goresan lower enclosure (goresan melintang sisi bawah kanji).
Satu lagi pengecualian adalah, pada kanji berikut 品 dan 襲, bagian yang atas ditulis terlebih dahulu baru kemudian disusul bagian bawahnya.
2. Horizontal sebelum vertical
Jika anda menemukan kanji menyilang, goresan horizontal ditulis terlebih dahulu kemudian baru diikuti goresan vertikal. Karakter “ju – sepuluh” 十, mempunyai dua goresan menyilang, goresan horizontal ditulis terlebih dahulu baru kemudian diikuti goresan vertikal, urutan penulisannya:   十.
Pengecualian untuk penulisan kanji “ta-sawah”  , goresan vertikal dituliskan terlebih dahulu baru kemudian diikuti goresan horisontal. 
3. Goresan vertikal memotong kanji lain dituliskan terakhir
goresan vertikal yang memotong karakter lain dituliskan setelah seluruh bagian goresan horisontal selesai dituliskan sebagaimana dalam kanji 車 dan 中.
goresan horisontal yang memotong karakter lain juga dituliskan terakhir, sebagaimana dalam kanji 母 dan 海.
4. Goresan diagonal kanan atas-ke-kiri bawah sebelum goresan diagonal kiri atas-ke- kanan bawah
diagonal kanan atas-ke kiri bawah (ノ) dituliskan terlebih dahulu sebelum diagonal kiri atas -ke – kanan bawah (乀): 文.
sebagai catatan: aturan ini untuk diagonal simetris, untuk diagonal asimetris sebagaimana pada 戈, bagian diagonal kiri atas ke kanan bawah di tulis terlebih dahulu, sebagaimana aturan nomor 1.
5. Goresan vertikal sebelum goresan sisi sayap kiri-kanannya
Goresan vertikal tengah ditulis terlebih dahulu sebelum sisi sisi kanan kirinya ditulis, kemudian dilanjutkan dengan menulis goresan sayap sisi kiri dan dilanjutkan dengan bagian sayap sisi kanan. sebagaimana dalam penulisan kanji: 小 and 水.
6. Sisi luar sebelum sisi dalam
Goresan yang berada di sisi luar dituliskan terlebih dahulu sebelum sisi dalamnya ditulis, kemudian diakhiri dengan goresan sisi bawah: 日 dan 口. Aturan ini juga berlaku untuk karakter kanji yang tidak memiliki bottom stroke (goresan sisi bawah) sebagaimana pada kanji 同 dan 月.
7. Goresan sisi kiri vertikal terlebih dahulu sebelum sisi lainnya
Goresan vertikal sisi kiri dituliskan sebelum sisi kanan dituliskan. Sebagai contoh pada kanji: 日 dan 口 goresan sisi vertikal kiri (|) ditulis terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan  (┐) (yang ditulis dalam satu goresan).
8. Goresan penutup ditulis terakhir 
Goresan penutup sebagaimana dalam kanji: 道, 週, 画, dituliskan terakhir.
9. Titik atau goresan kecil ditulis terakhir
Goresan kecil yang biasa terdapat dalam kanji : 玉, 求, 朮.dituliskan terakhir setelah semua goresan sudah selesai ditulis.
Aturan-aturan penulisan tersebut tentu saja sangat sulit untuk dihafal jika anda tidak pernah mencoba menuliskan huruf kanji. Jadi mulailah mencoba menghafal aturan tersebut dengan menuliskan kanji yang anda temui dengan mengikuti aturan penulisan tersebut di atas, sampai anda benar-benar familiar. Jangan pernah beranjak ke pelajaran berikutnya sebelum anda benar-benar menghafal aturan penulisan ini…